Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]


Pembebasan Lahan Akan Telan dana Sebesar Rp 66 miliyar
Untuk saat ini, pondok pesantren Darullughah Wadda’wah ingin membeli sebuah lahan kosong yang bertempat di bagian barat pondok pesantren Dalwa putrid. Hal ini, untuk memperluas kawasan pondok putri dan membangun bangunan diatas tanah tersebut.
Keinginan pembebasan lahan ini sudah dari masa Abuya HAsan bin Ahmad Baharun, tapi pada waktu itu, lahan kosong itu belum jelas pemiliknya. Kemudian sekitar lima tahun yang lalu status tanah sudah mulai jelas, sertifikatnya berada di bank BRI, lalu dilelangkan oleh pihak Bank dan dibeli oleh pak Teguh.
Sekitar tiga bulan yang lalu, pak Teguh menawarkan tanah tersebut pada H.Sholeh (rumahnya dekat pondok balawi), kemudian H Sholeh memberitahukan hal tersebut pada pesantren, mulanya Abuya memberikan kepercayaan pada H. Sholeh untuk membicarakan tentang harga tanah tersebut, maka pak teguh menetapkan harga tanah sebesar Rp 80 miliyar dengan ukuran tanah 5 hektar kemudian harga tanah diturungkan menjadi Rp 75 miliyar, lambat laun Abuya Zain mengutus Ust Ismail Ayyub yang ditemani H.Sholeh untuk melakukan penawaran berikutnya dirumah makan Sebani Bangil hingga pada waktu itu pemilik tanah memotong harga hingga Rp 73 miliyar (1.377,35 permeter).
Setelah mendengar harga tersebut Abuya sempat memberhentikan penawaran selam satu bulan setengah, sampai pada akhirnya Pak Teguh mendatangi H.Sholeh karena ingin mengetahui akan berita pembebasan lahan ini. Lalu Abuya Zain mengutus Habib Ali Zainal Abidin Bilfaqih, Habib Ahmad BaAgil dan Ust Ismail Ayyub untuk bertemu dengan pak Teguh disebuah Hotel di Surabaya dan mendapatkan kesepakatan dengan harga sebesar Rp 66 miliyar (1.250 permeter). Dengan perincian pembayar 10 miliyar diawal kesepakatan depan notaries sebagai DP (tanda jadi) dan untuk tiga bulan dari pembayaran pertama pihak pondok harus menambah Rp 23 miliyar dan sisanya akan diatur setelah pembayaran Rp 33 miliyar .
Adapun langkah yang ingin diambil untuk melunasi pembebasan lahan ini adalah 1- untuk santri kiranya dapat membeli 5 meter dari tanah tersebut. 2- Abuya akan meminta pada segenap alumni yang beliau akan percayakan pada Habib Segaf selaku ketua umum al-Hasaniyyah untuk memberi pemahaman pada alumni, orang dermawan yang ingin membantu beliau. “Tapi langkah ini belum jelas adanya” tutur Ust Ismail Ayyub ketika diwawancarai oleh reporter AT-TANWIR.
| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close