Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]


Dengan suasana belajar menghadapi ujian daur awwal, terdengar pegumuman utuk para asatidzah, mutakharrij, mutakhassis, kelas  3 Aly dan 2 Aly untuk berkumpul di Auditorium Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah.
                Perkumpulan tersebut dihadiri oleh banyak Dewan Asatidzah senior seperti Habib Ali Baharun ( Mudirul Ma’had Dalwa II ), Ust. Ismail Ayyub ( Ketua Departemen Kesiswaan ), Ust. Fathul Munif ( Ketua Departemen Keamanan ), Ust. Hasan Basri ( Ketua Departemen Pengembangan Bahasa Arab ) dan para asatidzah yang lain.
                Perkumpulan itu terselenggarakan atas perintah Abuya al Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun untuk membentuk QISMU RI’AYAH. Bagian ini diibaratkan oleh Habib Ali Baharun selaku Dewan Pertimbangan Qismu Riayah sebagai pembelajaran dalam mengasuh anak didik, sehingga dengan tugas ini diharapkan kita akan menjadi sosok pemimpin dan pendidik yang baik, dan kelak mendapat barokah untuk memimpin ditengah masyarakat.
                Menurut Ust. Ismail Ayyub, qismu ri’ayah ini dibentuk untuk membantu tugas Abuya dengan segudang kesibukannya beliau, untuk membantu memperhatikan kesehatan, semangat belajar, kebersihan, hingga hafalan santri satu persatu.
                Ditambahkan oleh Ust. Muhammad bin Yahya, selaku ketua qismu ri’ayah, bahwa setiap santri senior maupun asatidzah diberi amanah menjadi ra’I ( pembimbing ) bagi 10-15 orang santri dan bertugas untuk memperhatikan keseharian mereka.
                Diantara tugas ra’I  yang lain adalah kumpul dengan anggotanya setiap seminggu sekali, tepatnya setiap hari kami siang, yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan mereka selama seminggu.


| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close