Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]



Tuntutan di era Globalisasi ini memaksa kita untuk terus mengejarnya, agar kita tidak tertinggal dari yang lain. Dilain aspek, kemampuan untuk memperluas dakwah diberbagai lini kehidupan menjadi target kita bersama. Oleh karena itu Institut Agama Islam Darulullghah Wadda’wah berusaha untu menyesuaikan diri dari keduanya. Kali ini Staf Redaksi LPM AT – TANWIR Muhammad Kholid mewawancarai Wakil Rektor I INI DALWA al-Ustadz Imaduddin M.Pd.I di kediaman beliau.

ü  Bagaimana Kondisi Perguruan Tinggi kita saat ini ?
Alhamdulillah, kondisi jami’ah kita sesuai dengan apa yang kita harapkan , sesuai dengan koridor perguruan tinggi yang ada di bawah naungan pesantren. Artinya, perkembangan jami’ah kita tetap dalam koridor dan norma-norma serta tujuan dari Pondok Pesantren. Karena Perguruan Tinggi kita adalah bagian kecil dari pondok pesantren, sehingga perkembangan apapun tetap mengacu kepada tujuan Pondok Pesantren.
ü  Apasajakah perkembangan Perguruan Tinggi kita saat ini ?
Perkembangan yang kita rasakan akhir-akhir ini cukup menggembirakan, karena status kita yang dulunya Sekolah Tinggi, dalam jangka beberapa tahun sudah menjadi Institut. Dari dua prodi, sekarang sudah menjadi empat fakultas dengan delapan prodi untuk Undergraduate. Dua prodi untuk Pascasarjana, ditambah lagi perintisan S-3. Ini semua dibuat untuk menunjang para santri dalam berdakwah di masyarakat.

ü  Apakah Institut kita akan diarahkan untuk menuju Universitas ?
Ada harapan dari orang tua kita Abuya Habib Zein Baharun, agar dakwah yang kita lakukan ini bertujuan untuk penyelamatan umat. Dan terus diupayakan untuk bisa lebih diluas pengaruhnya, karena semakin banyak kita menyelamatkan umat, maka semakin besar kiprah yang kita lakukan, dan semakin luas jangkauan dakwah kita.
Diantara cara untuk mencapai tujuan itu, adalah dengan meningkatkan kualitas perguruan tinggi kita dari Institut menjadi Universitas. Dan planning ini memang sudah direncanakan oleh Abuya, bahkan beliau sudah memberi nama yaitu UNPES (Universitas Pesantren). Orientasi yang ingin kita kembangkan adalah sejalur dengan pengembangan rumpun keilmuwan pesantren baik agama mapun umunya. Konsep ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini seperti ekonomi, teknologi, pertanian, pengelolaan negara, politik , dan peradaban.
Jadi yang akan kita lakukan dalam rangka penyelamatan umat itu bisa dipenuhi oleh santri pondok pesantren Darullughah Wadda’wah. Karena selama ini, kita lihat kenyataannya, beberapa bidang tadi belum dijamah oleh santri sehingga jalannya aspek-aspek tadi belum sesuai dengan syari’at. Itu semua disebabkan oleh kekosongan santri untuk mengisinya. Sehingga diisi oleh orang-orang yang tidak memahami konsep Islam.
Nah, Abuya ingin pengembangan dakwah lebih luas lagi dengan membuat perguruan tinggi kita menjadi Universitas. Karena dengannya, jangkauan ruang lingkup dakwahnya lebih luas khusunya untuk memecahkan problematika kekinian khususnya dibidang social dan humaniora. Sehingga bisa dikembangkan dengan payung Univeristas ini.

ü  Hal apa saja yang sedang dipersiapkan untuk menuju Universitas ?
Yang pertama dan yang paling inti untuk dipersiapkan adalah SDM Dosen. Untuk sekarang, SDM Dosen yang dipersiapkan Dalwa dalam rangka menuju Universitas tersebut adalah dengan meningkatkan pendidikan dosen, dari S-2 ke S-3. Sudah ada belasan dosen yang dibiayai oleh Pondok untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di program Doktoral.
Yang kedua, adalah infrastruktur. Abuya telah mencari lokasi tanah yang luas untuk Universitas tersebut. Yang ketiga, adalah mencari basis ekonomi, sehingga Universitas yang akan kita kembangkan nanti bisa mandiri, tidak tergantung dengan bantuan dari pemerintah dan donatur luar yang dikhawatirkan bisa menjadi beban dan membuat kita tidak independen dalam mengembangkan misi dakwah pesantren.
Yang  keempat, adalah membangun jaringan-jaringan yang ada hubungannya dengan misi ini. Hubungan dengan pemerintah dalam birokrasi tetap ditingkatkan lebih baik. Relasi dengan kalangan professional dengan tujuan supaya mereka bisa menghandle beberapa kebutuhan kita di bidangnya masing-masing.

ü  Disamping upaya dari asatidzah dan dosen dalam memajukan Perguruan Tinggi ini, Apakah para mahasiswa bisa juga berperan ?
Yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan meningkatkan kualitas SDM mereka, dan meningkatkan kualitas setelah mereka lulus dari Perguruan Tinggi ini. Para Mahasiswa ketika sudah menjadi alumni, bisa berperan di berbagai sector kehidupan. Hal ini memiliki nilai khusus dari hasil outpute dari perguruan tinggi ini, sehingga kita dipercaya untuk meningkatkan status Institut kita, karena kualitas alumni kita yang bergerak diberbagai aspek. Dan juga, para mahasiswa harus meningkatkan prestasi dan kedisiplinan dalam berbagai aspek akademik dan non-akademik.

ü  Apa kendala yang diharus dibenahi untuk menuju Universitas ?
Salah satu kendala adalah SDM, kebutuhan akan SDM ini sangat besar, sementara untuk memenuhi kebutuhan itu butuh waktu dan tahapan yang panjang, tapi itu bukan kendala pokok.
Yang kedua, kita berharap perguruan tinggi kita ini, ketika berubah menjadi Universitas, tetap dibawah Departemen Agama(DIKTIS), akan tetapi birokrasi di pemerintahan yang disini adalah MENRISTEK masih sulit untuk menerima Universitas yang dibawah naungan Pesantren, karena mereka masih belum ikhlas melihat perguruan tinggi yang ada dibawah KEMENAG ini menjadi Universitas. Mereka mau universitas itu dibawah KEMENRISTEK, sehingga ini menjadi kendala tersendiri untuk kita. Upaya ini akan terus kita lakukan, diringi dengan perubahan regulasi kebijakan itu.

ü  Bagaimana Konsep Universitas yang akan didirikan?
Untuk konsep masih akan dirumuskan secara teknis, akan tetapi konsep umumnya adalah bahwa universitas ini tetap berada di bawah Pesantren, dan para mahasiswa tetap menjadi santri. Sedangkan untuk teknisnya, akan diatur kemudian.

ü  Apa harapan antum kepada seluruh civitas akademika di INI DALWA ?
Harapan kami kepada seluruh civitas akademika adalah untuk mendukung program dan perbaikan dalam segala aspek yang ada di Perguruan Tinggi, dan diharapkan untuk bisa menjalankan fungsinya masing-masing sesuai dengan tugas pokoknya. Mahasiswa memiliki kewajiban sendiri, Tenaga Pendidik atau dosen juga memiliki tugasnya masing-masing.  Yayasan juga menjalakan fungsinya. Sehingga semua berjalan sesuai dengan koridor kepesantrenan, khususnya untuk bisa memenuhi harapan Abuya sendiri.




















| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close