Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]


                Hari libur semakin dekat, tinggal menghitung hari, sebagian santri sudah disibukkan dengan pemesanan tiket pulang kerumahnya masing-masing atau yang tidak pulang pergi kerumah teman-temannya. Dan sebagain yang lain memilih untuk menetepa di pondok, dikarenakan beberapa pertimbangan.
                Al Ustadz Hamid as Segaf menyampaikan saat pengarahan ketentuan-ketentuan yang berlaku ketika hari libur menegaskan bahwa peraturan akan tetap berjalan walaupun hari hari liburan. Peraturan pondok seperti tidak boleh membawa alat elektronik, keluar pondok hari melalui izin ke keamanan menjadi perhatian.
                Dan untuk liburan awal tahun kali ini juga menekankan masalah kembalinya santri ke pondok setelah liburan. Dikarenakan bertepatannya hari terakhir liburan dengan satu hari sebelum tahun baru  masehi. Maka keputusan yang diambil oleh Abuya Zein adalah pelipatgandaan denda bagi santri yang terlambat kembali ke pondok menjadi Rp. 1.000.000,-/hari, bagi yang ingin izin terlambat harus melewati Abuya langsung. “terlambat satu detik, jam 12 lewat satu detik, sudah dianggap terlambat” tutu Ust. Hamid as-Segaf ketika pengarahan dimasjid.

                Peraturan ini, tidak lain hanya untuk mecegah santri dari beberapa kemungkinan mengikuti ajang maksiat bersama, disaat itu setan-setan berkumpul ketika tahun baru,” nasehat Ust. Hamid kepada santri.   
| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close