Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

Badan Eksekutif Mahasiswa atau biasa disingkat BEM di Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah ini didirikan pada zaman Abuya Hasan Baharun, bersamaan dengan berdirinya STAI DALWA. Didirikan oleh salah satu asatidzah kita yaitu al-Ustadz Helmi al-Farobi.
BEM diibaratkan miniatur sebuah negara antara presiden dan para menteri, tidak ada batasan dalam jumlah anggota, tergantung dari berapa banyak program-program yang dicanangkan, dan seseuai dengan AD/ART, yang salah satu ketentuannya adalah mahasiswa semester VI - VIII.
Adapun program BEM diantaranya : meningkatkan intelektualitas mahasiswa dengan program seminar, bedah buku, dan pelatihan kepemimpinan, menyelenggarakan perlombaan-perlombaan, menunjukkan eksistensi INI DALWA di kawasan regional dan nasional serta Internasional.
BEM INI DALWA sudah berkembang sangat jauh dan beberapa prestasi ditorehkan, hingga yang baru-baru ini, lolosnya Mantan Presma BEM Ilham Bayhaqi sebagai peserta symposium internasional di Madinah.
Akan tetapi, setiap masa pasti ada pasang surutnya, begitu pula BEM INI DALWA yang juga sempat mati suri (ada namanya tidak ada kegiatanya), seperti yang terjadi beberapa tahun lalu, kurangnya kaderisasi dan manajemen yang buruk sehingga tidak bisa melakukan kaderisasi dan tampak kebingungan mengiplementasikan visi dan misinya.
Peningkatan kinerja BEM masa ke masa sudah terlihat nyata, seperti diaktifkannya kembali Himpunan Mahasiswa Jurusan atau disingkat HMJ, walaupun baru dirintis pada tahun 2015 silam, tapi sudah tumbuh signifikan dengan delapan HMJ.
Ditambah lagi dengan dibentuknya beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa, yang mana organisasi ini muncul dikarenakan adanya minat dan bakat mahasiswa, sehingga membentuk kolompok-kelompok, seperti contoh UKM FOKUS yang menaungi para mahasiswa yang gemar berdiskusi dan UKM LPM yang menaungi mahasiswa yang ingin belajar wawancara dan menulis.
Harapan untuk BEM selanjutnya, untuk bisa lebih menunjukkan eksistensinya terutama di kawasan Kabupaten Pasuruan, seperti :membentuk forum diskusi maupun komunikasi antara BEM se-Pasuruan dengan rutin, minimal satu bulan sekali membahas politik, social dan budaya yang terjadi di Pasuruan,  program ini berpeluang untuk menjadikan BEM INI DALWA sebagai pelopor gerakan.


| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close