Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

Tanggal 8 juli 1998 anak dari pasangan dari Deki Iskandar dan ibu Zalina terlahir seorang anak berbadan semampai yaitu Qodrie Iskandar, ini adalah nama lengkap ijazah dari anak kelahiran Perlang Bangka Tengah, Bangka Belitung. Bermula dari hobi berlari dari SMP kelas VIII. Saat masih bersekolah di SMP I Lubuk Besar Bangka Belitung, Qodrie sudah mulai menekuni olahraga atletik ini, latihan demi latihan dilakukan dengan tekun, lelah pun tidak tergantikan, keringat pun habis tercurah diseluruh tubuhnya. Berawal dari mengikuti lomba tingkat daerah dengan kategori perlombaan lari 100 Meter dan lari 400 Meter, dengan penuh percaya diri mencoba untuk memberikan hasil yang terbaik, rasa percaya diri itu pun tidak ia sia-siakan, Qodrie Iskandar berhasil meraih juara I di kedua bidang olahraga tersebut. Anak yang sekarang duduk di kelas XII madrasah Aliyah ini kini telah menjadi santri sekaligus atlet di Pondok Pesantren Darullughah wadd’wah, kemudian Qodriepun dilirik dan berhasil mewakili Dalwa dalam lomba yang bertajub “Pekan Olahraga Dan Seni” Tingkat Daerah (POSPEDA) dengan cabang lomba lari 100 Meter dan lompat jauh 100 Meter. Dan kembali 2 gelarpun disabet rata di acara POSPEDA tersebut. Setelah itu, berlanjut ke acara yang bertemakan “Pekan Olahraga Dan Seni” Tingkat Nasional ( POSPENAS) di Banten, pada tahun 2016 kembali meraup gelar juara I pada cabang 100 x 400 M Estafet dan juara II pada cabang lomba 400 x 100 M Estafet. Sebelum itu pada tahun 2014 di Manado dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Qodrie berhasil meraih gelar juara I pada cabang lari 100 Meter gawang dan pada tahun 2015 di ajang POPNAS (Pekan Olahraga dan Seni Nasional ) yang diselenggarakan di kota Bandung Jawa Barat, Pria putih semampai ini pun behasil meraih juara I cabang olahraga 100 M lari. Begitu banyak pengalaman yang dimilikinya dan jam terbang pun semakin tinggi rasanya selepas awan di ufuk atmosfer tapi Qodrie pun tak terlepas dari yang namanya kekalahan dan pengalaman buruk yang ia rasakan. “pengalaman buruk saya disaat lomba POPNAS 2015 dahulu saya ikut lomba 400 M gawang , di saat babak tinggal 100M lagi sampai finish saya terjatuh dan kaki saya tiba-tiba keram lalu saya begeser ke pinggir dan kemudian melanjutkan sampai finish dan tidak keram lagi dan setelah di usut ternyata saya disantet saat itu, kemudian saya pun pernah mengalami kekalahan yang telak bagi saya kalau tidak salah saat di Aceh di pekan olahraga nasional pada tahun 2013 pada cabang lomba 100 M pass tinggal 5 M lagi saya tersandung dan terjatuh kemudian kalah” Tangasnya dengan gaya yang khas dari dirinya, terakhir kami bertanya apa pesan yang bisa Qodrie sampai kan pada bangsa dan semua atlet yang menekuni cabang olahraganya? “bagiku kekalahan itu memang pahit tapi kamu akan terbiasa untuknya terus berjuang jangan patah semangat dan doa orang tua dan gurulah yang bisa kamu andalkan, itu aja dari aku” Tutur ia melanjutkan. Rafly Fauzan/Red
| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close