Karya Santri

Bahasa Arab

Resensi

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Dalwa File

Event

Wawancara

Santri Prestasi

Post Page Advertisement [Top]



Satu lagi mahasiswa santri berprestasi yang telah menuntut ilmu di pondok pesantren Darullughah Wadda’wah yang berasal dari tanah penghasil ulama kharismatik dan yang terkenal akan budaya kebersamaan dan budaya etnik yang tidak kalah menarik dengan pulau yang lainnya yaitu Borneo.
Nur Shohib mahasiswa kelahiran tanah Wajok Hilir Simpang Empat Pontianak Kalimantan Barat ini, sudah memiliki jam terbang yang sangat padat untuk masanya sekarang. Anak dari pasangan H.Maskur dan Hj.Maskuroh sudah berhasil meraih begitu banyak prestasi dan gelar yang disabet habis olehnya.
Memiliki hobi membaca, dan pada saat ini beliau menekuni jurusan Tarbiyah Pendidikan Bahasa Arab semester VII di Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah, hal inipun membuatnya semakin piawai dalam mendalami ilmu agama maupun ilmu perkuliahannya. Beliau pun telah aktif dalam organisasi ITHLA’ (Organisasi Eksternal Yang Menjungjung Tinggi Pergerakan Bahasa Arab di Indonesia), dan saat ini anak bertampan manis telah melakukan study komperatif tiga negara yaitu Malaysia, Singapura dan Thailand mulai tanggal 21 Agustus hingga 28 Agustus 2017,
Memiliki riwayat pendidikan yang diantara lain menempuh jenjang sekolah dasar di SDN 21 Pontianak kemudian lanjut pada SMP dan SMA di Pondok Pesantren Walisongo Pontianak dan sekarang telah menjadi mahasiswa di INI Dalwa.
Berawal dari tahun 2006, Nur Shohib mulai mengikuti MTQ tingkat wilayah kota Pontianak, iapun berhasil meraih juara II, begitu pula pada tahun 2009, kemudian berlanjut pada ajang MTQ tingkat wilayah Pontianak yang berhasil meraih juara I pada tahun 2013 dan masih banyak lagi prestasi dan penghargaan yang diraihnya.
Adapun prestasi terbesar yang diraihnya adalah juara II Olimpiade Mafahim Nasional dalam lomba cedas cermat dan juara I MQK nasional yang bertempat di UGM (Unversitas Gajah Mada) pada tahun 2016. Memiliki prestasi yang begitu banyak bukan berarti beliau tidak memiliki kesalahan ataupun kegagalan. Ia sudah pernah terjatuh untuk kesekian kalinya akan tetapi anak yang memiliki Motto Hidup “Meraih segala sesuatu walaupun sekali” mungkin memang tiada habisnya untuk bisa mendapatkan segalanya hanya untuk membanggakan orang yang mampu dia banggakan.
 Diakhir wawancara kami bersama beliau sebuah pesan pun tersirat untuk semua kalangan “Terjatuhlah kalian karna dengan terjatuh kalian akan tau betapa beratnya persaingan diluar sana dan kalian akan tau seberapa berharganya sebuah pertemanan”. Rafly fauzan/red 
  

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close
Banner iklan disini