Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]


Bahasa Arab telah membuat santri yang satu ini berkelana ke berbagai daerah. Siapa yangtak kenal dengan laki-laki ini. Pria kelahiran Banyuwangi, 24 Desember 1997 ini sudah berulangkali mewakili ponpes Dalwa di berbagai ajang lomba. Adalah Sy. Muhammad Muqoddam bin Muhsin BSA yang berhasil meraih gelar juara 1 lomba debat Bahasa Arab dalam ajang bergengsi MQK Nasional di Jepara, Jawa Tengah. Selain itu, prestasi-prestasi lainnya juga telah direngkuhnya, diantaranya; Juara I Pidato Bahasa Arab di UNIDA Gontor, Juara 2 Baca berita Bahasa Arab di  UGM Jogjakarta, Juara 1 Debat Bahasa Arab di Universitas Negeri Malang
            Sy. Muqoddam mendalami Bahasa Arab sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar di Banyuwangi, tepatnya di SD Habibullah. Di sana ia belajar bahasa Arab melalui kitab Al Muhawaroh Al Hadistah karya Abuya Al Habib Hasan Baharun. Sy Muqodddam juga banyak menghafal kosakata. Selain itu, beberapa staf pengajar di sana merupakan alumni ponpes Dalwa.
            Menghabiskan jenjang SD dan SMP di Banyuwangi, Sy Muqodddam melanjutkan studinya di MA Dalwa Bangil Pasuruan. Di Dalwa, ia lebih mendalami lagi Bahasa Arab dengan memperbanyak praktek.
            Semenjak masih SD, Sy. Muqoddam sudah tebiasa mengikuti lomba pidato. Hanya saja saat itu, yang sering ia ikuti adalah pidato Bahasa Indonesia. Gayung pun bersambut, ketika masuk ke ponpes Dalwa. Ia pun mulai menjajal terjun ke dunia pidato Bahasa Arab. Walhasil, sudah banyak gelar juara yang diraihnya, baik itu skala lokal pondok ataupun luar pondok.
            Sy. Muqoddam mulai melebarkan sayapnya ke dunia debat Bahasa Arab atas dorongan kawan-kawanya. Adapun lomba debat yang pertama ia ikuti berada di Universitas Negeri Malang, saat itu ia bersama dua partner-nya; Ulum 1-3 dan Kholid.
            Karirnya menanjak ketika ia diminta menggantikan Topan dalam lomba debat di ajang MQK Nasional di Jepara. Saat itu ia bersama Abdurrahman Fahmi dan Iqbal. Alhamdulilla, gelar juara 1 berhasil mereka gondol ke ponpes Dalwa.
Saat diwawancara oleh tim redaksi, Sy. Muqoddam menturkan, bahwa yang paling penting dalam lomba debat adalah menjaga hati agar jangan sampai menjatuhkan harga diri lawan. Selain itu  dalam mengutarakan argumen haruslah rapi, pelan-pelan dan,  jelas. Kemudian fokus dan peka terhadap argumen yang disampaikan lawan.
            Di akhir Sy.Muqoddam berpesan kepada para santri Dalwa yang hendak mengikuti lomba-lomba Bahasa Arab di luar pondok. “Lomba bukan segala-galanya. Mentang-mentang sudah ikut lomba di luar (lomba Bahasa Arab). Kita di luar ngomong Bahasa Arab, tapi di pondok tidak ngomong Bahasa Arab. Justru di pondok kita harus menghidupkan Bahasa Arab” tegas beliau dalam pesannya. Muayyad/Red

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close