Karya Santri

Bahasa Arab

Resensi

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Dalwa File

Event

Wawancara

Santri Prestasi

Post Page Advertisement [Top]


Pasuruan- Rabu (11/4/2018), tepatnya pada pukul 13.30 WIB, Hotel Dalwa terlihat ramai oleh sekumpulan santri-santri ber-almamater. Mereka berkumpul di Rusaifah Room, untuk menghadiri Seminar Nasional yang berjudul “Membangkitkan Sastra Arab Di Indonesia”. Seminar yang diusung oleh Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (IAI DALWA) yang  dikhususkan untuk Mahasiswa Prodi PBA program S1, Mahasiswa Prodi PBA dan MPI program S2, serta dosen-dosen IAI Dalwa.
Seminar Nasional ini menghadirkan dua narasumber asal Swiss dan Mesir yang pakar dalam Ilmu Sastra Arab. Namun, sebelum tiba di Hotel, tepatnya pukul 13.00 WIB, Dr. Abdurrohim Al-Kurdi terlebih dahulu menuju Masjid Baitul Goffar Ponpes Dalwa untuk memberikan nasehat-nasehat untuk santri beliau didampingi Ustadz Muhammad bin Idrus Al Haddad, Ustadz Habib Abdurrahman bin Agil, Ustadz Ahmad Fauzi Hamzah, M.PdI.
Kemudian seminar dilanjutkan di Dalwa Hotel Syariah dengan tema “Ilmu Balaghah dan Cara-Cara Pengembangannya di Daerah Non-Arab” oleh Dr. Abdurrohim Al-Kurdi asal Swiss, Profesor Ilmu Balaghah di Universitas Qhonah Swiss, beliau menuturkan bahwa di zaman sekarang banyak sekali orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada cendikiawan muslim, padahal dia masih salah dalam menafsirkan ilmu Al-Qur’an dan kurang pahamnya mereka tentang Balaghah atau Sastra Bahasa Arab.
Pembahasan kedua dilanjutkan oleh Dr. Ahmad Darwis, salah satu Profesor Ilmu Balaghah dan Kritik Sastrawi di Universitas Qohiroh Mesir tentang “Asas-Asas Ilmu Kritik Sastrawi”.
Acara ini sesungguhnya merupakan permintaan langsung dari Mudir Ma’had, Abuya Zein Baharun yang memerintahkan Ustadz Makki untuk menjemput dua narasumber ini ke hotel dan dipersilahkan untuk mengisi acara seminar untuk kali ini”. Begitulah tutur saudara Majid, salah satu pengurus Pascasarjana IAI Dalwa yang merupakan panitia dalam acara ini.
Seminar yang dihadiri sebanyak 120 audiens itu terlihat tenang dan memahami penjelasan dari kedua cendikiawan sastra Arab tersebut. Zaki Ghozali/Red

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close
Banner iklan disini