Karya Santri

Bahasa Arab

Resensi

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Dalwa File

Event

Wawancara

Santri Prestasi

Post Page Advertisement [Top]

              
Ketika kita lihat realita kehidupan umat Islam di zaman sekarang ini, dimana Islam diperolok oleh dunia. Islam dipandang sebelah mata dan terus menerus dipojokan oleh media massa. Mereka para musuh-musuh Islam, mengatakan bahwasannya umat Islam adalah orang yang bodoh, mengatakan bahwasannya pemeluk Islam adalah orang yang lemah, yang berada dalam kondisi yang terpuruk dan terbelakang. 
            Namun ketika kita pikirkan lebih dalam, apa yang mereka tuduhkan kepada kita, memang mempunyai alasan yang cukup kuat. Mereka mengatakan bahwa umat Islam bodoh. Kita lihat Indonesia saat ini, Indonesia adalah negara yang mayoritas beragama Islam, bahkan Indonesia tercatat sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia. Namun dengan jumlah yang besar tersebut, kita tak mampu menancapkan budaya Islam dengan kuat di Indonesia, bahkan kita malah sangat mudah terombang-ambing, sangat mudah terpengaruh dengan budaya luar, terlebih budaya Barat. Yang sangat bertentangan dengan budaya Islam.
Mereka juga mengatakan bahwa kita adalah kelompok yang lemah. Kita lihat apa yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, mereka menjerit dijajah, diteror, diintimidasi oleh tentara Israel. Namun adakah diantara kita yang mendengar jeritan mereka? Adakah diantara kita yang menolong mereka? Kita hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa, menyaksikan penderitaan mereka.
Lantas mengapa semua ini bisa terjadi ? Hal ini mengingatkan kita tentang apa yang pernah dikatakan perdana menteri Inggris Glad Stone, ketika Inggris mengirim delegasi militernya ke Turki; “Selama Al Qur’an dan pengajarnya (ulama) masih berada di tengah-tengah mereka, maka selama itu pula kita tak akan pernah bisa menaklukkan mereka. Oleh karena itu, tak ada jalan lain yang kita tempuh kecuali dengan memusnahkannya (Al Qur’an) dan memutus hubungan mereka dengan pengajarnya (ulama).
Mungkin inilah salah satu sebab kelemahan yang tengah dialami umat Islam. Diantara umat Islam berapa banyak yang menangis ketika ayat suci dilantunkan? Barangkali tidak banyak lagi hati-hati yang yang tergugah untuk mengkaji dan merenung makna dan hikmah Al Qur’an. Sangat jarang orang yang berterima kasih pada para Ulama. Bahkan yang ada masyarakat malah menkriminalisasi mereka. Apalagi akhir-akhir ini marak kejadian penganiayaan terhadap para Ustadz. Ini semua terjadi karena musuh-musuh Islam ingin memutus hubungan orang awam dengan para ulama. Sehingga apabila strategi mereka berhasil, mereka akan menaklukkan orang Islam.
Apabila umat Islam sudah terpisah dengan para Ulama, Allah SWT akan mengangkat keberkahaan dari kehidupan mereka. Lihatlah negara kita Indonesia ini, negara yang terkenal dengan sumber daya alamnya, negara yang apabila kekayaan sumber daya alamnya dikelola dengan baik akan menguntungkan dan mensejahterakaan rakyat Indonesia. Namun fakta membuktikan bahwa Indonesia negara yang kaya akan hutang. Hutang Indonesia lebih dari 400 triliun. Pikirlah !
Kenapa ini semua bisa terjadi ? Hal ini karena umat Islam sudah bertolak belaka dengan apa yang di ajarkan Rasulullah 14 abad yang lalu untuk tidak jauh dari para Ulama. Sehingga Allah mengangkat keberkahan di negeri tercinta ini. Maka solusinya adalah buka hati, langkahkan kaki, dekati Ulama NKRI. Buka kitab suci sehingga kita hidup dengan pola hidup Qur’ani.
Mari kita hidupkan jiwa-jiwa seperti Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, serta para salaf yang lainnya.  Yang mana mereka tak sekedar menjadikan Al Qur’an sebagai bacaan melainkan menjadikan Al Qur’an sebgai pedoman dan pembangkit keimanan. Dengan harapan semoga Allah angkat segala kelemahan dan memberikan kita kekuatan untuk melawan musuh-musuh Islam.
| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close
Banner iklan disini