Karya Santri

Bahasa Arab

Resensi

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Dalwa File

Event

Wawancara

Santri Prestasi

Post Page Advertisement [Top]

berita terkiniDalwadalwaberitaEVENTlpmdalwaMahasiswa IAI Dalwa Lolos Seleksi Peserta Call To Paper 2018News

Mahasiswa IAI Dalwa Lolos Seleksi Peserta Call To Paper 2018 | lpm dalwa | dalwa


Yogyakarta- Kembali dua mahasiswa IAI Dalwa berhasil lolos dalam seleksi peserta Call To Paper 2018 setelah bersaing dengan peserta seleksi paper yang berjumlah lebih dari 2.800-an di tahap pertama dan kedua. Event yang bertajuk Muktamar Pemikiran Santri 2018 ini diselenggarakan oleh Kementrian Agama dalam rangka menyambut hari santri 22 Oktober 2018.
Seleksi dilaksanakan secara online dan dipublikasikan secara umum melalui situs resmi Pendis Kemenag RI. Peserta terpilih dari IAI Dalwa adalah Syahrul Hidayat, mahasiswa ekonomi syariah semester 5 dengan judul paper “Hotel Syariah Berbasis Pondok Pesantren” dan Alfi Fachrudin mahasiswa BKI semester 3 dengan judul paper “Santri Tahfidz dan Galau (Usaha Mengurangi Perasaan Galau dengan Membaca Al-qur`an). Uniknya semua penelitian riset maupun observasi yang mereka lalukan mengambil study kasus di Ponpes Darrullughah Wadda`wah Bangil Pasuruan Jatim. Hal ini sebagai upaya untuk memperkenalkan Dalwa di kancah nasiona dan internasional.
Peserta yang lolos keseluruhannya berjumlah 170 peserta dari seluruh pesantren dan universitas di Indonesia bahkan beberapa berasal dari luar negri seperti Malaysia. Mereka yang lolos selanjutnya harus mempresentasikan tulisannya sebagai bentuk pertanggung jawaban ilmiah atas jurnal yang telah terkumpul di acara muktamar pemikiran santri nusantara 2018 di Ponpes al Munawwir dan Aly Maksum Krapyak, Jogjakarta. Acara berlangsung selama tiga hari dengan dibuka langsung oleh Mentri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin. Acara juga dimeriahkan dengan kehadiran seorang novelis nasional Habiburrahman El-Sairazy yang tampil untuk membacakan puisi pada malam kebudayaan.
Menurut pembicaraan dengan  Dr. Rofik salah satu panitia pusat Kemenag yang juga merupakan alumni Dalwa, beliau mengatakan bahwa kaum sarung(santri) tidak boleh kalah dalam segala bidang kehidupan termasuk riset dan literarasi. “Kita sebenarnya punya banyak potensi namun selama ini kita belum mempunyai wadah untuk menyalurkannya. Maka dari itu kemenag membuat event seperti ini“. Syahrul/red

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close
Banner iklan disini