Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

BariziDalwalpmdalwaOPINI

Santri Memproduktifkan Liburan


Alhamdulillah, ujian yang berat selama beberapa hari sudah selesa. Tibalah waktunya untuk melepas penat sejenak dari kesibukan yang ada. Hari libur adalah hari yang paling dinanti, dimana pada hari-hari libur mereka dapat bersenang-senang, rekreasi, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Setelah disibukkan dengan aktivitas Pesantren dan tugas-tugas yang beraneka ragam, hari liburlah saat yang tepat untuk melepas lelah.
Namun demikian, tidak semua dari kita dapat memanfaatkan waktu liburan dengan tepat. Mungkin ada yang mengisi waktu liburannya hanya dengan tidur-tiduran di kamar, hal ini kurang baik karena akan membuat tubuh menjadi lemas dan menumbuhkan rasa malas. Ada pula yang hanya bermain game seharian penuh, ini juga kurang baik karena banyak hal yang lebih bermanfaat dapat dilakukan dan merupakan tabzir waktu. Juga ada yang menghabiskan waktu liburannya dengan hanya berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu sepanjang hari, hal ini juga termasuk tabzir waktu dan bahkan tabzir tenaga untuk hal yang kurang bermanfaat.
Dalam Islam, waktu merupakan hal yang sangat berharga. Karena begitu berharganya waktu, Allah-pun bersumpah di dalam Al-Qur’an atas nama waktu. Demi masa, demi waktu dhuha, demi waktu fajar, demi waktu malam, dan masih banyak lagi. Begitu berharganya waktu di dalam ajaran islam, sehingga setiap detik waktu yang kita lewati akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Rasul sendiri juga mengingatkan kepada umat muslim untuk menjaga waktu yang 5 dari 5 waktu lainnya, yaitu: muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, kaya sebelum miskin, dan hidup sebelum mati.
Oleh karena itu, setiap waktu yang ada harus digunakan untuk hal yang bermanfaat. Karena waktu termasuk nikmat Allah dan cara mensyukurinya adalah dengan menggunakan waktu tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat. Rasul bersabda: “dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang ( H.R. Bukhari ).
Begitu pula waktu liburan, meskipun merupak waktu untuk melepas lelah, hendaklah waktu liburan ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna dan produktif. Agar waktu tersebut tidak terbuang percuma dan menjadi sia-sia. Lalu bagaimana cara memanfaatkan waktu liburan agar tidak terbuang percuma dan tidak termakan oleh hal-hal yang tidak bermanfaat? Banyak.Mari kita simak bersama beberapa bermanfaat dalam mengisi waktu luang.
1. Rekreasi bersama keluarga
Rekrasi bersama keluarga sangat bermanfaat untuk menambah keakraban di dalam kehidupan keluarga. Sehingga orang tua dapat mengetahui apa-apa saja keinginan anak dan dapat mengarahkannya agar tidak salah arah. Dan rekreasi ini pun tidak hanya sekedar rekreasi belaka. Tapi juga bisa rekreasi ke tempat-tempat yang edukatif seperti Kebun Binatang, taman bermain anak, tempat-tempat bersejarah, dan lain sebagainya. Sehingga liburan tidak hanya melepas penat, tapi bisa rekreasi, sekaligus beredukasi.
2. Silaturahmi ke rumah keluaraga dan kerabat
Hal ini juga bermanfaat untuk menumbuhkan rasa ukhuwah yang tinggi khususnya dalam keluarga. Jika dalam masa belajar seseorang disibukkan dengan kegiatan-kegiatan sekolahnya, maka saat liburan adalah saat yang tepat untuk mengunjungi sanak saudara. Rasul SAW. bersabda: “ barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya maka hendaklah bersilaturahmi “.

3. Memanfaatkan hobby
Masa liburan adalah masa yang tepat untuk memanfaatkan hobby dan bahkan dapat menghasilkan uang dari hobby tersebut. Seperti memasak waktu liburan adalah waktu yang tepat untuk mengasah kemampuandi bidang memasak. Dan hasil masakan tersebut jika layak jual akan dapat menghasilkan tambahan rizky.
4. Membaca buku
Bagi yang gemar membaca waktu liburan adalah waktu yang tepat untuk melahap buku-buku bacaan yang bermanfaat dan edukatif. Jika mungkin pada waktu sekolah disibukkan dengan buku-buku pelajaran, maka pada waktu liburan inilah waktunya untuk membaca buku-buku yang lain. Mungkin bisa pergi ke perpustakaan atau membaca buku di rumah sendiri.
5. Mencharge hati
Waktu liburan yang paling bermanfaat adalah dengan mencharge hati. Yaitu menambah porsi ibadah yang biasa telah kita lakukan. Bisa dengan menambah waktu shalat dhuha, tahajud, dan shalat-sholat sunnah lainnya. Dapat pula mengisi waktu liburan dengan memperdalam pengatahuan agama dengan mempelajari hukum-hukum islam dan tauhid. Dan akan lebih baik lagi jika dapat menghafal Al-Qur’an pada masa liburan. Sehingga liburan tidak hanya bermanfaat, tapi juga mendapat pahala yang berlipat.
6. Berdakwah dengan semua potensi yang kita miliki
Saat kita di rumah atau dimana saja saat liburan maka jangan sia siakan. Karena saat itu adalah waktu yang tepat untuk berdakwah dalam artian mengajak semua orang untuk menuju Allah dan menjauhi laranga-Nya. Dengan segala potensi yang dimiliki, berdakwah tak harus di atas mimbar, podium, ataupun majlis. Dimanapun, kapanpun kalian bisa berdakwah, contoh kecilnya mengajak keluarga untuk sholat berjamaah, membaca wirid, dan rotiban bareng, sambil mengenalkan, faedah dan keutamaan wirid-wirid tersebut, yang perlu diperhatian yaitu jagalah adab dan sopan satun. Karena dakwah yang paling bermanfaat adalah dengan dakwah bil hal (akhlak yang baik) sehingga mampu menjadi suri tauladan bagi orang sekitar.
Nah sekarang bagaimanakah kita mengatur waktu tersebut agar semua kegiatan yang kita lakukan tidak monoton? Cara paling mudah adalah dengan membuat schedule atau jadwal kegiatan dalam liburan. Jadi dalam masa liburan, list target apa saja yang ingin diraih dituliskan di secarik kertas, lalu kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Dan akan lebih mudah lagi jika jadwal tersebut berurutan sesuai dengan tanggal, hari dan bahkan waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.
Waktu liburan dapat diiisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan tidak terbuang percuma. Kegiatan yang monoton yang dapat menimbulkan rasa jenuh dan bosan juga dapat dihindari.
Penulis: Ahmad Barizi bin Zaen ( Santri Dalwa Asal Lumajang )

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close