Pendaftaran online dauroh romadhan 1440 / 2019 di ponpes dalwa telah dibuka untuk umum, dari tgl 1 sya'ban - 15 sya'ban 1440 H / 7 april -21 april 2019 M , kuota terbatas. sekian terima kasih!

Karya Santri

Bahasa Arab

Resensi

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Dalwa File

Event

Wawancara

Santri Prestasi

Post Page Advertisement [Top]

DalwalpmdalwaNewsZulqisti

37 Pesantren Se Malaysia Melirik Sistem Pendidikan di Dalwa | lpm dalwa | dalwa


Bangil- Minggu (20/01/2019) Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah kembali kedatangan tamu dari negri Jiran, Malaysia tepatnya. Pertemuan yang diadakan sekitar pukul 13:30 WIB ini, bertempat di hotel Dalwa Syariah.
            Dihadiri oleh beberapa asatizah Ponpes Dalwa Seperti KH.Qoimuddin, Ust. Ismail Ayyub M.Pd.I, Ust. Hasan Basri bin Muhammad, Ustadz Sholahuddin, M.H.I, Ustadz Makki Lazuardi, Lc, Ustadz Samsul Huda, M.Pd.I dan juga tamu rombongan yang berjumlah sekitar sembilan orang diantaranya KH. Ahmad Fahmi Zamzami serta Ust. Muzaki selaku ketua rombongan dan juga tamu rombongan yang lainnya.
            Diawali dengan pemutaran vidio profil Ponpes Dalwa, acara di lanjutkan dengan makan siang bersama seluruh tamu. Selanjutnya sambutan-sambutan dari tuan rumah yang diwakili oleh KH Qoimuddin yang kemudian berlanjut ke acara inti yaitu tujuan kedatangan para tamu ke Ponpes Dalwa yang diakhiri dengan doa penutup.
            KH. Ahmad Fahmi Zamzami selaku pendamping rombongan menyatakan dalam sambutannya perihal kedatangan rombongan ke Ponpes Dalwa, tiada lain untuk melihat sistem pendidikan pesantren serta kiat-kiat yang dilakukan pesantren dalam segala bidang, khususnya pendidikan dan ekonomi. Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Ust Muzaki Selaku ketua rombongan.
            Ditengah sambutannya Ust. Muzaki mengutarakan juga tujuan kedatangan mereka ke Ponpes Dalwa. selain untuk bersilaturahmi, kedatangan rombongan juga bertujuan untuk melihat dan mempelajari bagaimana cara membuat sistem pendidikan yang di minati pada zaman sekarang ini. Dan juga beliau bercerita tentang keadaan masyarakat Malaysia yang memandang sebelah mata pondok pesantren karena tidak adanya jaminan dan pengakuan dari pemerintah seperti halnya sekolah pemerintah pada umumnya. Bahkan, tak ayal pondok pesantren adalah pilihan terakhir mereka jika tidak di terima di sekolah- sekolah. Serta beliau bertekad ingin kembali mengangkat nama pondok pesantren agar menjadi tempat pusat keilmuan islam dan untuk menguatkan kembali peran pondok pesantren dalam kehidupan masyarakat di Malaysia. Kami adalah kumpulan dari 37 pondok pesantren Se-Malaysia berkunjung ke Indonesia untuk mensurvei tata kelola pendidikan pesantren di Indonesia” Ungkap beliau sebagai ketua rombongan. Zulqisti/red          

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close
Banner iklan disini