Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

Jangan Takut Berbuat KebaikanOPINIZulqisti

Jangan Takut Berbuat Kebaikan | lpm dalwa | dalwa



Hidup di dunia ini amatlah sangat singkat, detik demi detik yang kita lewati sangat tidak mungkin untuk bisa diulang, kesempatan beramal saleh serta menumpuk pahala untuk mencapai ridhanya tidak akan bisa dilakukan lagi ketika nyawa sudah sampai dikerongkongan. Maka orang bijak adalah orang yang selalu sadar akan kekurangan dirinya dan tidak menyia -nyiakan setiap detik yang ada yang sudah dianugrahkan Allah kepadanya, karena ia tahu setiap detik yang sudah ia lewati sangat mahal harganya dan tidak bisa ditukar dengan dunia barang sedikitpun.
Di dalam hadist Rasulullah telah mengibaratkan bahwa hidup di dunia ini ibarat musafir (orang yang sedang melakukan perjalanan), Beliau bersabda :
 كن في الدنيا كأنك غريب او عابر سبيل ( رواه البخاري)  
 “ Jadilah engkau hidup didunia ini seperti orang asing atau musafir.

  Sahabat Ibnu Umar menanggapi hadist tersebut dengan mengatakan

"اذا أمسيت فلا تنتظرصباح, واذا اصبحت فلا تنتظر مساء, وخذ من صحتك لمرضك, ومن حياتك لموتك" ( رواه احمد)

 Apabila engkau (berada) di sore hari maka jangan menunggu di pagi hari (untuk mengerjakan kebaikan), dan jika engkau (berada) di pagi hari maka janganlah engkau menunggu hingga sore hari. Dan pergunakanlah waktu sehatmu sebulum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah (sebaik-baiknya) hidupmu sebelum datang ajalmu”

Ulama mengibaratkan juga hidup di dunia seperti kita ingin pergi menempuh perjalanan jauh. Sebelum sampai tujuan kita akan banyak menemukan tempat bersinggah. Dari alam ruh kita pergi ke alam rahim, dari alam rahim kita terus berjalan hingga ke alam dunia, dan kita terus akan banyak menemui tempat bersinggah hingga kita sampai ketujuan yaitu alam akhirat.
Karena hidup di dunia ini amatlah sangat sebentar, sebelum kita sampai tujuan wajib bagi kita untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan dan amal soleh serta menjadi insan yang berguna bagi sesama, sesuai dengan sabda beliau:
رواه البخاري)  (خير الناس أنفعهم للناس
 “sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”
            Jadi untuk apa kita menunda – nunda kebaikan di perjalanan yang sangat sempit ini, jika kita di takdirkan mempunyai harta yang lebih, kita bisa mengarahkannya untuk sesuatu yang bermanfaat seperti membantu pembangunan pondok, masjid, madrasah atau yang lainnya. Dan dengan uang tadi kita bisa membantu faqir, miskin dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Jika kita diberi kelebihan dalam ilmu kita bisa mengajarkannya kepada orang lain, menuntun orang untuk selalu berbuat amal soleh. Bukankah nabi pernah bersabda :
من دل علي خير فله مثل اجر فاعله " (رواه مسلم) "
Barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala, seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan tersebut “
            Berapa banyak pahala yang kita dapatkan jika kita dapat mengarahkan umat untuk berbuat kebajikan, kalau pun kita tidak memiliki harta dan ilmu kita masih bisa memberikan manfaat kepada umat dengan tenaga ataupun pikiran. Walhasil tidak ada orang yang tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain selagi ada kemauan.
            Dan janganlah pernah lupa bahwasanya Allah SWT telah berfirman dalam firmannya :
 (الزلزلة :7) "ومن يعمل مثقال ذرة خير يراه
“ Barang siapa yang mengerjakan sesuatu yang kecil (dari kebaikan, maka pasti) ia akan dibalas (dengan kebaikan).
            Dan juga Rasulullah pernah menjanjikan kepada kita di dalam sabdanya :
(رواه مسلم) "من كان في حاجة اخيه كان الله في حاجته
“ Barang siapa yang bersedia membantu keperluan saudaranya, maka allah SWT akan senantiasa membantu keperluannya”
            Pada akhirnya di dunia yang fana ini, di kehidupan yang singkat ini, mari kita perbanyak amal saleh dan kebaikan untuk mencapai ridha-Nya. Karena, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia dihadapan-Nya dan agar kita tidak menyesal kelak ketika kita sudah sampai pada tujuan.Dzulqisti Zain/red

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close