Pendaftaran online dauroh romadhan 1440 / 2019 di ponpes dalwa telah dibuka untuk umum, dari tgl 1 sya'ban - 15 sya'ban 1440 H / 7 april -21 april 2019 M , kuota terbatas. sekian terima kasih!

Karya Santri

Bahasa Arab

Resensi

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Dalwa File

Event

Wawancara

Santri Prestasi

Post Page Advertisement [Top]

DalwaDALWAFILElpmdalwaMuayyad

62 Tahun Ustadz Ismail Ayyub; Semangat 45 di Usia Senja | LPMDalwa | Dalwa



Bangil, Dalwa beritaRabu 20 Maret 2019 boleh jadi merupakan hari yang akan selalu diingat oleh Ust. Ismail Ayyub. Moment pagi itu sempat membuat beliau speechlees. Sekelompok habaib serta beberapa santri menyandungkan “Mabruk alfa mabruk, alayka mabruk mabruk alfa mabruk, yaum miladik mabruk
            Selang beberapa detik, rois Orsada bersama beberapa stafnya membawakan kue ulang tahun. Suasana di depan kantor menjadi riuh rendah oleh suara para santri yang bergerumun di sekeliling kantor. Suasana henig sejenak, sampai doa oleh Sy. Reza Al-Munawwar dengan suara lantangnya memecah keheningan diiringi riuh suara “Amin” dari anak-anak.
            Ya, selasa lalu 19 Maret 2019 Ustadz kita tercinta menginjak usia senja ke 62-nya. Doa agar beliau selalu sehat dan diberi umur panjang senantiasa mengalir untuk beliau. Di balik itu ulang tahun Ust. Ismail semoga bukanlah sekedar ceremony belaka yang kita haturkan kepada beliau. Namun di balik itu, semestinya ada ketaatan dan keteladanan yang bisa dipetik dari beliau.
            Track record   Ust. Ismail dalam mengabdi kepada keluarga Abuya Hasan Baharun serta kepada Pesantren ini bukan menjadi rahasia umum lagi. Bahkan kalaupun hendak diperbincangkan rasanya sudah terlalu bosan.
            Beliau mulai berkhidmah sejak masih belajar di Ponpes Dalwa sambil belajar beliau ikut membantu Abuya Hasan mengurusi segala urusan di kantor. Bahkan beliau lebih memilih khidmah ketimbang belajar. Setahu penulis Ust. Ismail tidak menamatkan pendidkannya karena Abuya Hasan memilih beliau agar berkhidmah di kantor.
Sejak era Abuya Hasan sampai era Abuya Zain Ust. Ismail tak pernah surut dalam berkhidmah. Di Pesantren, beliau menjabat sebagai ketua bagian kesiswaan. Segala urusan yang ada kaitnannya dengan santri beliau urusi bahkan urusan yang lebih dari itu beliau juga yang mengurusinya. Pendek kata, beliau adalah tangan kanan Abuya Hasan dan Abuya Zain Baharun. Kalau boleh penulis katakan waktu dan hidup beliau telah dihibahkan kepada pesantren.
            Totalitas dan konistensi beliau dalam berkhidmah menjadi hal yang perlu diteladani oleh setiap santri. Anda bisa membanyangkan betapa lelahnya beliau, di usia senjanya beliau masih konsisten mengontrol ketertiban para santri. Sejak sebelum fajar mengintip bersama santri Tsany Aly dan Orsada beliau ikut serta membangunkan dan menertibkan anak-anak. Tak tanggung-tanggung beliau berulang kali naik turun ke lantai dua dan tiga masjid .
            Rutinitas beliau tak berhenti di situ, masih ada banyak tugas yang harus diselesaikan dengan cepat dan tepat. Namun, pernahkah Ust. Ismail mengeluh?  Tidak! yang selalu beliau tampakkan dihadapan kita adalah semangat, ketulusan, serta kepedulian yang murni dari lubuk hati yang paling dalam.
Beliau mengajarkan kita untuk selalu peduli terhadap saudara sesama muslim, sekecil apapun wujud kepedulian itu. Beliau sering kali berkata yang mengutip dari hadis Nabi shallallahu alaihi wassalamMan Lam Yahtam Bi Amril Muslimin Falaisa Minhum” orang Islam yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin tidak termasuk golongan mereka.
Sesekali beliau juga memberikan semangat kepada santri agar tetap istiqomah menjalani rutinitas ma’had, semisal belajar, atau mudawamah dalam wirid. Himmah Himmah Himmah!. Seruan itu yang selalu muncul dari lisan Ust. Ismail Ayyub.
            Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan kita? Kita seharusnya malu. Darah muda kita tak pernah kita gunakan dengan semestinya. Banyak menganggur iya, malas dan tidak tulus dalam bekerja. Kalau beliau yang sudah tua punya semangat 45. Bagaimana dengan kita? Untuk adik kelas. ” Jangan sekali-sekali meremehkan orang tua!” Muayyad/red

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close
Banner iklan disini