Pendaftaran online dauroh romadhan 1440 / 2019 di ponpes dalwa telah dibuka untuk umum, dari tgl 1 sya'ban - 15 sya'ban 1440 H / 7 april -21 april 2019 M , kuota terbatas. sekian terima kasih!

Karya Santri

Bahasa Arab

Resensi

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Dalwa File

Event

Wawancara

Santri Prestasi

Post Page Advertisement [Top]

DalwaIAIDalwalpmdalwaNewswildan

Pemred Majalah Sidogiri Motivasi Aktivis IAI Dalwa | LPM Dalwa | Dalwa



Bangil, Dalwa Berita-  “Mengapa Saya Menulis?, Karena Kebutuhan.” Begitulah Pimpinan Redaksi Majalah Sidogiri Ust. Ali wafa membuka acara ngaji jurnalistik bersama tim sidogiri media, Jum’at siang (15/03/19) di auditorium Roshefah Dalwa Hotel syariah yang diikuti oleh seluruh aktivis IAI Dalwa yang terdiri dari gabungan HMJ (himpunan mahasiswa jurusan) baru dan demisioner HMJ dari setiap prodi di IAI Dalwa.
            “kita mendapat informasi dari apa yang kita denggar dan baca, tapi itu semua bisa hilang. Biar lengket maka didiskusikan. Biar lebih lengket lagi maka harus ditulis” tukas pimred sidogiri media. Pemateri juga menyampaikan alasan kenapa menulis menjadi sebuah kebutuhan baginya, sebab menulis merupakan  wasilah usaha beliau dalam menitipkan ilmu kepada Allah SWT agar tidak lupa ketika suatu saat beliau membutuhkan pengetahuan yang didapatnya “ kalau ndak ditulis eman…” ungkap beliau.
            Pemateri asal pasuruan tersebut mengutarakan dalam menulis bukanlah teori yang harus ditekankan terlebih dahulu, melainkan praktik dan nyali untuk menulis. Beliau juga memberikan moto yang efektif diterapkan oleh sidogiri dalam menciptakan dinamika menulis. Yaitu “menulis itu mudah, menulislah dengan jelek dan jangan takut salah.”
            “sebenarnya salah alamat, kenapa kok kita yang diundang untuk mengisi seminar jurnalistik di kampus-kampus dan lembaga-lembaga  yang lain. Padahal di kampus-kampus itu lebih tahu tentang kaidah penulisan yang baik dan benar. Kok malah belajar ke pesantren yang pelajaran umumnya cuman seadanya.” canda beliau heran. Menanggapi segudang pertanyaan tersebut, pemateri membongkar bahwa dinamika belajar menulis di sidogiri adalah Bonek dan ATM ( amati, tiru, modifikasi). “Anak-anak yang disana belajar menulis dengan nekat tanpa tahu kaidah penulisan dan bahasa Indonesia yang benar, mereka lebih condong melihat contoh dari tulisan-tulisan, lalu mempraktekannya. Baru setelah banyak mencoba tumbuh rasa tahu bahwa bentuk kalimat ini salah dan kalimat yang seperti ini yang benar.” Ujar pemateri. Beliau menambahkan “otodidak itu bisa, caranya yah seperti tadi; ATM, dan dicoba. Semakin nyoba lalu bisa.”Wildan Isma/red.

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close
Banner iklan disini