Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]



Kawanku bercerita dan bertanya perihalku
Mengapa kamu bisa begitu?
Aku tak bisa percaya begitu saja.
Padahal ada yang lebih parah dari nasibmu
Tapi malah kau yang tinggal kelas,
Aku tak percaya.

Meskipun diriku berjuta kali menjelaskan
Kalian pasti akan menyangkalnya lagi kan?
Terkadang ada banyak hal yang tidak memerlukan alasan,
Tapi hal mudah seperti ini malah kau rumitkan.
Mungkin kau kenal aku dan tahu latar belakangku,
Tapi fanatikmu membutakanmu.
Fakta ini pun menjadi hal imitasi karena ego fanatik itu.
Yah, memang aku tidak cocok untuk naik kelas
Itulah alasan yang seharusnya aku utarakan.
Tapi dunia khayalak yang tahu diriku
Takkan mudah mempercayai itu.

Diriku memang telah menemukan cara
Agar bisa bergabung dengan kalian lagi
Tapi apakah aku harus merenggek kepada otoritas?
Padahal seorang anak kecil belum baligh
Yang aku putuskan tidak lulus melanjutkan ke halaman Iqro selanjutnya
Tidak pernah mengeluh meminta nasibnya dirubah.
Dan aku yang telah mampu berpikir sehat
Malah tidak terima dengan keputusanku sendiri?

Jika kau dulu menghormatiku karna kedudukanku
Maka aku tidak pantas untuk itu
Kau pun juga salah persepsi,
Karena tua dan muda seluruhnya patut untuk kita hormati.

Dari lesehan tanpa alas.
Wildan Isma Emir Abruri
Bangil, 23 juni 2019.

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close