Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]




Kawan....
Kau kan tahu, kalau aku disuruh menjaga ini
Bukan untuk memilikinya
Kau sendiri tahu, bahwa aku orang baru
Masih terlalu dini untuk berbuat aneh begini dan begitu

Kawan.....
Ku tahu dibalik apa yang kau ingginkan
Apa yang kau butuhkan
Karena kita dulu selalu bersama, bahkan sekarang
Tapi kau berusaha menuntut sesuatu
Yang itu mengancam kepercayaan orang banyak padaku.
Kau sendiri tahu, dan aku pun tahu norma itu
Kau sendiri paham konsekuensi melakukan itu
Mungkin kau bisa membeli dengan uangmu
Atau bermain licin dengan jaringan relasimu
Tapi seluruhnya menunggu titah keputusanku

Kawan....
Berbagai cara kau upayakan
Dari yang lembut, birokrasi, hingga ancaman
Hanya saja aku binggung
Sebegitu besarnya kau meniginginkan itu
Hingga kau kau lupa sesuatu,
siapa aku? , diriku, tabiatku?
Atau selama ini kau bukan temanku?
Tapi seorang lintah darat sang penjilat.

Hari ini di balik kaca tipis
Dari atap gedung sebelah
Sebuah peluru sudah siap menjadi jatahku
Entah siapa yang menaruhnya disana?
Aku tak menuduhmu atau membencimu
Karena aku tahu inilah peran dan tugasku
Aku selalu tahu resiko yang mengincarku
Dan ini semua bukan salahmu
           
Kawan....
Walaupun peran ini menghisap tenaga dan nyawaku
Aku akan tetap memepertahankan amanah ini
Aku tak ingin menghilangkan kepercayaan dan
Harapan orang banyak padaku.

Kawan..... maaf
Aku tak akan pernah mengaminkan permintaan anehmu
Kalau kau mau, tembak aku, gantikan aku.
Berputus-asalah....
Karena bibirku tak akan mengucapkan itu

                                                                                               
Dalam alunan angin senja Raci
Wildan Isma Emir Abruri
Bangil,12 Februari 2019

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close