Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

DalwaEVENThotlpmdalwaZulqisti

Kenapa Dalwa Selalu Menjadi Tuan Rumah Ujian Penerimaan Universitas Ahqof Yaman?



Bangil, Dalwa Berita- Kembali berkesempatan menjadi penyelenggara tes untuk beasiswa melanjutkan study ke Universitas al Ahqof Yaman. Pondok pesantren Darullugoh Wadda’wah didatangi oleh santri dari berbagai macam daerah se-Jawa timur pada hari Kamis (25/07/2019). Terdapat sekitar 49 santri dan 12 santriwati yang mengikuti ujian penerimaan mahasiswa Universitas al Ahqof untuk cabang daerah Jawa timur ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menerima tes untuk ke Universitas al Ahqof saja. Pada tahun ini dibuka juga ujian penerimaan mahasiswa ke Institut al Wasathiyah Hadramaut, Yaman. Yaitu perguruan tinggi yang didirikan oleh al Habib Abu Bakr al Adni bin Ali al Masyhur.

 

Acara yang bertempat di gedung Hatim Baghofar ini dihadiri langsung oleh departemen kesiswaan Ustadz Ismail Ayyub, M.Pd.I. Beliau berpesan kepada para peserta agar selalu memperbaiki niat sebelum kita menuntut ilmu. Juga tidak berbesar hati sekembalinya kita dari kota seribu wali tersebut. Acara juga dihadiri oleh Ustadz Edy Mahmud, al Ustadz Adnan Kasogi, Lc. Juga ketua dari Maktabah Jamiyatul Ahqof  al Habib Hasan bin Husain beserta rombongan selaku pihak penyelenggara. 

 

                Ketika memberikan sambutan, al Habib Hasan al Jufri membeberkan rahasia yang jarang di ketahui banyak orang. Kenapa penyelenggaraan tes ke Universitas yang cukup tersohor ini selalu dilaksanakan di Ponpes Dalwa? Bukan fanatisme buta, karena orang Indonesia yang pertama kali lulus disana adalah santri dari Dalwa yang berjumlah 7 orang.” Tutur beliau.

 

                “karena pasca perang Yaman berkecamuk, tidak ada lagi orang Indonesia yang mengirim seorang santri pun untuk belajar disana. Habib Hasan Baharun lah orang yang pertama kali membuka jalur untuk para pelajar Indonesia agar bisa berangkat kembali ke sana. Beliau lah yang pertama kali mengirim santrinya setelah perang mereda. Oleh karena itu wajar kalau kita terus dan akan selalu melaksanakan tes di pondok Dalwa. Karena beliau lah yang memulainya, maka kita juga memulai dari beliau.” Ungkap beliau.

 

                Beliau juga berpesan “Selayaknya sebelum kita memulai semua ini ada baiknya kita berziarah terlebih dahulu ke makam Habib Hasan Baharun. Mengharap ridho dan berkah dari beliau.”

 

                Adapun tes kali ini terbagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah tes tulis kemudian tes lisan dan dilanjutkan dengan tes baca. Tes pun dimulai selepas Ustadz Anas Junaidi, Lc. M.Pd. memberikan pengarahan tentang mekanisme ujian penerimaan.Zulqisti/red

               






| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close