Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

atepDalwahotIAIDalwalpmdalwaNews

Indonesia VS Malaysia; Penonton Turun Ke Lapangan




Bangil, Dalwa Berita- Selasa, (13/08/19) kemeriahan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah tak kunjung sirna. Terlihat banyaknya lomba yang diadakan oleh panitia dan diikuti oleh seluruh santri Dalwa.
Kemeriahan semakin memuncak ketika cabang lomba tarik tambang memasuki babak final. Hal yang membuat menarik dari final ini adalah pertemuaan antara finalis lomba yang mewakilkan negara Indonesia yaitu ghurfah 14  vs ghurfah 18 yang merupakan kamar khusus bagi santri asal Malaysia. Kerumunan santri terlihat padat memenuhi lokasi lomba di lapangan utama Ponpes Dalwa untuk menonton pertandingan antar negara tersebut.
Nampak kedua kubu saling tarik tak mau menyerah, penonton pun heboh saling sorak mengunggulkan timnya. Bendera asal negeri Malaysia dan Indonesia juga ikut dikibarkan supporter masing-masing negara guna memberi nuansa kebanggaan tersendiri.
Pelombaan final yang diadakan dalam dua ronde tersebut sempat membuat supporter tim malaysia berkecil hati lantaran santri dalwa yang mayoritasnya berasal dari Indonesia ramai turun memenuhi lapangan utama sore itu menonton wajah peserta tarik tambang yang penuh peluh dan beragam ekspresi mempertahankan pijakan dan tarikan dari tim lawan. Meskipun dengan supporter yang sedikit, akan tetapi tim yang beranggotakan santri asal malaysia tersebut berhasil meraih kemenangan dalam dua ronde pertandingan.



Sebelumnya, dalam 4 tahun terakhir ini, ghurfah 14 dan 18 memang bertemu di final setiap tahunnya dengan hasil yang sama, yaitu ghurfah 14 juara 2 dan ghurfah 18 juara 1.
“Kita kurang personel, orangnya ini-ini saja. Sedangkan mereka ghurfah 18 besar-besar dan silih berganti.” ujar salah satu tim ghurfah 14 yang akrab dipanggil Endut Fajar. Teman satu perjuangannya, Reza Ahmad dari Bogor menambahkan, “walaupun kita kalah, kita cukup bisa bergembira sebab bisa membawa nama Indonesia ke babak final.”, ujarnya bangga.
Walaupun saling berebut kemenangan, kedua kubu tetap memperioritaskan persaudaraan. Hal ini seperti diungkapkan oleh Arif Aiman, santri asal Kuala Lumpur, Malaysia. “Kiteu ni bermain bersaudareu, jadi semanget. Walaupun rasa saling menjatuhkan pasti adeu, tapi itu hanya sebatas permainan. Malaysieu ni sudah tak asing lagi di sini, jadi tak ada permusuhan.” ujarnya dengan nada khas Melayu. Atep/red.

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close