Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

hotkaryasantriOPINIRangga

Kenapa Dirimu Harus Berhijab?




Dewasa ini, musuh-musuh islam mulai menampakkan satu persatu rudal penghancur yang telah lama mereka lancarkan tuk menghanguskan syariat islam di muka bumi. Islamophobia atau yang sering disebut khususnya sebagai penyakit yang  takut akan keberadaan umat islam secara berlebihan, telah menjangkiti beberapa belahan dunia. Sikap tak suka kepada syariat islam bahkan dialami oleh sebagian umat muslim itu sendiri.
Yang mana hal tersebut menyebabkan banyaknya penghinaan dan pelecehan terhadap syariat islam oleh sebagian kaum non-muslim sampai beberapa umat muslim. Ironis. Seperti kasus pelecehan hukum hijab, pengkaburan makna poligami, penghinaan panji Liwa’ dan Rayah Rasulullah SAW, dan lainnya.
Maka kami mencoba tuk meluruskan sedikit pemahaman-pemahaman syariat islam yang telah mereka kaburkan. Sehingga banyak dari umat muslim yang terkecoh dan mengikuti mereka.
Pada kali ini, kami akan membongkar hikmah wajibnya hijab bagi kaum wanita. Yang akhir-akhir ini pemeluk ideologi feminisme, sangat gencar menghina dan menjelek-jelekkan hijab. Dengan mengusung hak kebebasan hidup dan berekspresi, mereka terus-menerus berusaha tuk menghilangkan kesadaran para wanita muslim tentang wajibnya berhijab.
Dalam kitab “Mursyid Akhwat Al-Akhirah” -karya Syaikhul Imam Badi’uzzaman Said Nursi at Turkey -, sang penulis menyebutkan beberapa hikmah atas diwajibkannya hijab bagi kaum wanita muslim.
Allah SWT berfirman dalam Q.S al-Ahzab ayat 59 :


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Ayat di atas dikupas tuntas oleh Ulama besar Turki dalam kitabnya tadi dengan menyebutkan 3 hikmah dari sekian banyaknya hikmah yang Allah berikan menurut ayat tersebut.
1.      Hikmah Pertama
            Hijab adalah fitrah bagi perempuan sehingga mereka membutuhkannya. Perempuan diciptakan dalam kondisi lemah dan lembut. Mereka sadar bahwa mereka membutuhkan keberadaan seorang lelaki yang bisa melindunginya dan anak-anak yang sangat mereka cintai lebih dari diri sendiri. Oleh karena itu, perempuan memiliki kecendrungan fitrah untuk membuat dirinya dicintai, tidak dibenci, dan tidak ditolak secara kasar oleh orang lain.
            Peradaban modern yang mencampakkan hijab betul-betul berlawan dengan fitrah manusia. Sesungguhnya perintah Al quran untuk berhijab, disamping merupakan fitrah, ia melindungi perempuan yang merupakan sumber kasih sayang dan teman setia abadi bagi suaminya dari kerendahan, kehinaan, tawanan secara fitrah perempuan memiliki kekhawatiran terhadap pria asing, sehingga mereka perlu behijab.
2.      Hikmah Kedua
            Hubungan erat kecintaan mendalam antara seorang pria dan perempuan tidak hanya merupakan kebutuhan duniawi. Seorang perempuan tidak hanya menjadi pendamping suami di dunia saja, tetapi ia juga menjadi pendampingnya dalam kehidupan yang abadi. Oleh karena itu, ia harus berusaha agar tidak menarik perhatian orang lain pada kecantikan dirinya, selain suaminya yang merupakan sahabat dan pendamping. Disamping itu, ia juga harus berusaha agar suaminya tidak terusik, murka, dan cemburu.
            Selain itu, dengan keimanannya, hubungan seorang suami mukmin dengan istrinya tidak hanya terbatas pada kehidupan dunia ini dan cintanya tidak bersifat sesaat yang terbatas hanya ketika istrinya cantik. Lebih dari itu, hubungan tersebut didasarkan pada cinta dan penghormatan yang serius dan mendasar terhadap istrinya sebagai pendamping hidup pada kehidupan yang abadi. Cinta dan penghormatan tadi terus ada tidak hanya pada masa muda, tetapi juga di masa tua, bahkan walau kecantikan istrinya telah sirna.
            Karenanya, seorang istri harus mempersembahkan cinta dan kecantikannya hanya kepada suami, sebagaimana hal itu merupakan tuntutan fitrah kemanusiaannya. Jika tidak, ia akan kehilangan banyak hal.
3.      Hikmah Ketiga
            Seperti diketahui bersama, banyaknya keturunan diinginkan oleh semua orang. Tidak ada satu umat atau bangsa pun yang tidak mendukung untuk memiliki banyak keturunan. Rasulullah SAW bersabda :
 وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنها كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالْبَاءَةِ , وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيدًا , وَيَقُولُ : تَزَوَّجُوا اَلْوَدُودَ اَلْوَلُودَ إِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اَلْأَنْبِيَاءَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

            Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda: "Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat." Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Membuka aurat tentu saja tidak memperbanyak pernikahan, bahkan menguranginya. Karena betapa pun bejatnya seorang pemuda, ia tidak mau kalau pasangannya buka-bukaan seperti dirinya. Biasanya ia lebih memilih hidup membujang ketimbang menikah sehingga ia dapat terjerumus dalam kemaksiatan.
           
            Sementara itu, perempuan tidak seperti pria. Ia tidak bisa leluasa menentukan siapa suaminya. Karena perempuan bertugas mengurus rumah tangga sebagai fitrahnya, disamping juga menjaga anak, harta, dan semua milik suami. Maka sifat paling utama yang melekat padanya adalah setia dan bisa dipercaya. Membuka aurat tentu akan merusak kesetiaan tadi dan mengguncangkan kepercayaan suami, sehingga sang suamipun akan merasakan sakit dan tersiksa.

Kesimpulan

            Meninjau dari luar biasanya hikmah-hikmah yang terkandung dalam pensyariatan hijab ini, maka sudah sepantasnya para wanita Muslimah menggunakan akal sehatnya untuk berfikir lebih jernih lagi. Bahwa Allah memerintahkan mereka tuk berhijab, bukan malah mengekang mereka dalam berhias, tetapi hal tersebut lebih karena Allah Maha Sayang kepada kaum wanita, makhluknya yang lemah dan yang dipenuhi kasih sayang.Rangga/red.





| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close