Trending Topic

IAI Dalwa

Cerpen

Opini

Post Page Advertisement [Top]

akbarDalwahotIAIDalwalpmdalwaNews

Diklat Kepemimpinan;Masa Depan Indonesia Di Tangan Santri Zaman Now



Bangil, Dalwa Berita- Kemajuan teknologi yang begitu pesat memudahkan ilmu pengetahuan dan informasi untuk mudah diakses.. Bukti bahwa Dalwa siap mencetak pemimpin baru kelak di masa depan, yang disiapkan bukan untuk menjadi pendakwah saja tapi juga menguasai eksekutif, legislatif dan termasuk juga menguasai media massa.             Maka Ponpes Dalwa dan BEM merespon kemajuan tersebut agar juga dapat menjadi ladang syiar Islam dengan mengadakan Diklat Kepemimpinan dan Keorganisasian Ahad (25/08/2019) di Dalwa Hotel Roshefah Room lantai 3 pada jam 13.00–22.00 WIB. Adapun keynote speakers  pada hari itu menghadirkan 4 orang sekaligus yaitu ust. Imaduddin, M.Pd.I. ust. fauzi hamzah, M.Pd.I.  Kh. Drs. Bashori Alwi, M.Pd.I. dan ust. Yahya Zainal Ma’arif, Lc.
Dalam sambutannya Romadhon Febrian selaku ketua pelaksana menyampaikan “pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan calon pemimpin, bisa pemimpin rumah tangga atau pemimpin negara, karena tidak ada yang tidak mungkin kedepanya santri Dalwa ada yang menjadi presiden, maka perlu ada persiapan dan bekal yang matang maka dengan jumlah yang mencapai 200 peserta mudah-mudahan semuanya bisa mengisi setiap lini di eksekutif maupun legislatif bukan hanya menjadi pendakwah saja.”
Para hadirin sangat antusias ketika sesi yang diisi oleh ustadz Yahya, pada kali ini beliau menyampaikan tentang metode dakwah di era digital. Beliau menyampaikan “mempersiapkan santri yang berpikir inovatif dan mau keluar dari zona nyaman itu sangat sulit, karena sudah menjadi budaya di kalangan santri itu kurang bisa memahami medan yang sekarang dibutuhkan masyarakat, namun jika kita berusaha pasti bisa, andai kata banyak halangan yang merintang bukan untuk ditakuti, malah harus percaya diri dan berani juga dilandaskan dengan ilmu dan akhlak”
Hanya dengan beberapa menit dakwah cepat disebarkan menggunakan media online, sangat lelah kalau hanya menggunakan cara lama, karena sekarang bukan saatnya membendung air tapi menyalurkan air tersebut dari bendungan,
“informasi dari luar, seperti konten negatif ada disaku anak muda, betapa mudahnya informasi zaman sekarang, maka kita juga harus mempelajari bagaimana orang non-muslim menyerang Islam dengan kontennya . kita harus mampu membuat obatnya, santri itu berdakwah sesuai zamannya masing-masing, dulu Abuya Hasan berdakwah membawa sound karena itu paling canggih di zamannya, sekarang dakwah itu tinggal menggunakan HP maka dengan cepat bisa tersebar ke seluruh dunia, intinya santri harus inovatif, mau keluar dari zona nyaman, budaya dulu dan berpikir visioner” tutup ustadz lulusan Dalwa tersebut. Akbaryr/red.

| Designed by lpmdalwa |Privacy Policy Map
close